Situs Kajian Bahasa Arab

Asal Mula Kata Mu'jam

Asal Mula Kata Mu'jam - Penggunaan kata mu’jam dalam arti kamus, hingga kini belum diketahui secara pasti sejak kapan istilah mu’jam dipahami untuk menyebut kamus. Juga tidak diketahui siapa orang pertama yang berhasil mempopulerkan istilah mu’jam. Ketidakjelasan informasi ini diakibatkan hilangnya beberapa karya tulis dari khazanah peradaban Arab kuno akibat rusak, hilang, atau peperangan sehingga sulit untuk dilacak.

Informasi yang kini bisa dipahami adalah bahwa pada awalnya, istilah mu’jam dipopulerkan oleh para ulama hadits, bukan para ulama bahasa. Pendapat ini dapat dibuktikan dengan adanya akarya-karya ulama hadits yang mencantumkan kata mu’jam atau member judul buku mereka dengan menggunakan kata mu’jam. Misalnya, Imam Bukhari (810-870 H) yang dalam kitabnya shahih Bukhari, mencantumkan sebuah bab yang ia beri judul “Bab tentang nama-nama sahabat perang Badar sebagaimana termuat di dalam kitab Al-Jami’ yang ditulis oleh Abu Abdillah dengan menggunakan huruf mu’jam”.

Menurut Dr. Husain Nashshar, istilah mu’jam diperkenalkan pertama kalinya oleh seorang ahli hadis bernama Abdul Qasim Abdullah bin Muhammad Al-Baghawi melalui kedua kitabnya yang berjudul “almu’jam al-Kabir” dan “al-Mu’jam al-Shaghir”. Kedua kitabnya ini juga memuat nama-nama para sahabat yang menjadi perawi hadits.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa sebuah buku yang memuat nama-nama secara berurutan sesuai alfabetis dan disertai informasi terkait dengan nama itu, menurut ulama hadits telah layak disebut “Mu’jam” yang kini lebih akrab dinamakan buku direktori (al-Kitab al-Mursyid). Bahkan bukan hanya buku yang terbatas pada penyebutan nama orang saja yang disebut mu’jam. Lebih dari itu, sebuah buku yang memuat nama-nama tempat atau informasi lain yang disusun secara alfabetis juga sering disebut mu’jam atau Ensiklopedia (mausu’ah/mu’jam). Di bidang telekomuikasi misalnya, juga muncul istilah Telephone Directory (Buku Petunjuk Telepon) yang dalam bahasa arab bisa juga disebut dengan mu’jam, “al-Mursyid” dan “Dalil”. Dengan kata lain, buku di bidang apapun, apabila memuat kumpulan kosakata yang disusun secara sistematis berdasarkan urutan huruf hijaiyah, maka ia bisa juga disebut mu’jam.

Selain menggunakan kata mu’jam, dalam bahasa arab sebuah kamus juga dikenal dengan sebutan Qomus. Menurut bahasa, Qomus berasal dari kata قمس yang berarti “menyelam”, “mencelupkan sesuatu ke dalam air”, “tenggelam”. Dahulu, kata Qomus diartikan “laut, samudera luas atau tempat tenggelamnya sesuatu”. Latar belakang pemakaian istilah Qomus untuk menyebut ‘kamus’, karena sebuah kamus memuat sejumlah kosakata, makna dan berbagai informasi lain yang jumlahnya tidak sedikit bahaikan lautan yang mengandung berbagai kekayaan bahari.

Para ulama tempo dulu, mereka berupaya mengkodifikasi semua kosakata bahasa arab kedalam karya karya mereka yang biasanya berukuran tebal dan berbentuk besar agar semua kosakata dan maknanya dapat tertampung disana. Motivasi ini yang mendorong mereka menyebut mu’jam (kamus) dengan istilah baru, yaitu Qomus.

Sumber : Buku Leksikologi Bahasa Arab yang ditulis oleh H.R. Taufiqurrochman, M.A
0 Komentar untuk "Asal Mula Kata Mu'jam"

Back To Top